Inilah Kenangan Kita (Juni 2010) mengenang kepergian NOPIAN AP

“Dia tlah pergi, tak mungkin kembali…. Dia tlah perrrrrrgi, runtuhkan hatiku.” Sepenggal lagu naff itu sangat cocok untuk dirimu.
Dia adalah murid baru di kelas XI. IA. A Sma N 1 Bua Ponrang tepatnya di Kabupaten Luwu. Dia murid baru sekaligus sahabat baru.
Dia masuk pada awal semester 2, pindahan dari salah satu sekolah di Toraja. Namun sebelum masuk di sma yang aku dan teman-teman sekarang tempati menuntut ilmu, aku sudah mengenalnya. Aku satu sekolah dengannya waktu smp.
Hari itu, tepat hari senin dia masuk di kelasku. Dengan rasa malu-malu ia memperkenalkan dirinya. Memberikan sedikit bocoran tentang dirinya.
Dikelasku ini, selain anak-anaknya agak pintar. mereka juga tergolong jail. Suka menggoda murid baru. Namun, tidak berlaku buat murid baru tingkat atas. Salah satu dari mereka adalah aku.
Waktu itu aku duduk paling depan. Dekat dengan dia pokoknya waktu memperkenalkan diri.
“salam kenal, nama saya Nopian Ap. Saya pindahan dari tator, blablabla” beberapa informasi diberikan.
“pian…. Pian… boleh nanya?” Seruku mengangkat tangan, seolah-olah yang berbicara di depan adalah guru yang tengah memberikan penerangan tentang mata pelajaran hari ini.
“iya boleh.” Jawabnya masih dengan nada malu-malu.
“kenapa pindah?”
Kasihqn7_mahput@ymail.com
Kasma Sila
“mmm,,,” ia menundukkan kepala sejenak. Seolah-olah tengah menghormati arwah para pahlawan seperti yang sering dilakukan pada hari senin. “aku pindah karena diajak orang tua.”
“ehhhh udah punya pacar belum?” Aku mulai menggodanya dengan menanyakan hal yang sepeleh.
Semuanya bersorak, tertawa mendengar pertanyaan yang kulayangkan.
“udah, kamu duduk aja.” Potong ibu Linda, wali kelas kami sambil memperhatikan bangku yang kosong ada di sebelah mana.” Kamu duduk di sana saja. Sampingnya aswar ya!!!” Ucap ibu Linda kembali mengarahkan Nopian untuk duduk di bangku keempat dari depan, tapatnya samping aswar.
Aku dan teman-teman masih saja tertawa karena hal tadi.
Hari ini, tak kusangkah perobahan tempat duduk akan dilakukan oleh ibu Linda. “ini udah semester 2 tapi kok yang duduk di depan masi itu-ituuuu saja.” Ucap ibu Linda kembali melihat posisi duduk murid-muridnya. “kali ini saya mau ada perubahan, yang berposture kecil jangan di belakang. Sini maju kedepan. Tukaran dengan kasih dan aisyah—teman sebangkuku di depan.” Mau tidak mau, aku dan aisyah pindah kebelakang. Bukan cuman kami berdua sich, melainkan beberapa yang lainnya. Itu karena perintah ibu Linda.
Keesokan harinya
Kali ini yang masuk adalah mata pelajaran bahasa indonesia.
Kasihqn7_mahput@ymail.com
Kasma Sila
Berhubung karena Nopian murid baru, jadi saat ini dia belum punya kelompok praktek. Ibu Eni memasuki ruang kelas dan langsung mengabsen. Semuanya sudah dipanggil, tapi namanya tak diucapkan guru bahasaku ini.
“buuu, di sini ada murid baru.” Teriak Ahmad sang ketua kelas, memberikan informasi pada ibu Ani.
“oh,,, yang mana?” Ibu Eni menjawab perkataan Ahmad lalu melayangkan pertanya pada sang murid baru.
“saya bu” jawab Nopian, masih sama dengan kemarin. Masih ada sedikit kecanggungan pada dirinya.
Beberapa pertanyaan di layangkan ibu Eni padanya. Dia juga dengan sopan menjawab.
Karena pada awal tadi dia belum punya kelompok dan kebetulan kelompokku kurang trus cowoknya cuman ada satu yakni Aan. Jadinya dia masuk ke dalam kelompok kami.
Setiap sore, aku selalu mengarahkan teman-teman kelompokku untuk latihan. Dalam beberapa minggu ini, kami harus latihan drama. Hal itu di lakukan sebab setiap kelompok bergiliran untuk maju ke depan mementaskannya. Dan lebih kebetulannya, kami adalah kelompok yang paling pertama yang harus maju kedepan.
Dia antara orang-orang yang ada di kelompokku, yang paling cerewet hanya aku. Sebagian diantara mereka tergolong pendiam. Maka dari itu hanya aku yang berani mengajak mereka untuk latihan tiap sore.
Kasihqn7_mahput@ymail.com
Kasma Sila
Setiap latihan, ntah itu sore atau pada waktu berada di sekolah aku selalunya ngomel-ngomel. Hal itu kulakukan pada murid baru yang sungguh sangat pendiam. Cowok, tapi suaranya kecil banget.

mengenang kepergian teman kita Nopian AP


Baca Selengkapnya Di Sini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

tempat wisata pantai salolo di luwu

Kerjasama di lingkungan Rumah, sekolah dan kelurahan

Seragam Pramuka Baru